di harian nasional akhir pekan, seorang kolumnis tetap berpendapat bahwa tahun 2008 adalah tahun mengunjungi Tuhan alih-alih tahun mengunjungi Indonesia yang gaungnya tidak mengguncang Indonesia

apa yang kurang ya sehingga agenda penting seperti itu bisa terlewat? sebetulnya untuk mempopulerkan sesuatu tidak usah selalu berbiaya besar. metode getok tular lah. memang akan menyakiti hati rakyat jika visit Indonesia 2008 digembar-gemborkan di televisi sementara orang di Jakarta Pusat saja masih harus antre minyak tanah. eh, sudah antre minyak tanah kecopetan pula uang 300 ribu rupiah

bagaimana cara mengunjungi Tuhan? kemarin malam corong mesjid dekat rumah memperdengarkan suara orang berdoa dalam menyambut tahun baru Hijriah. menyayat hati. walaupun sedang melakukan aktivitas non-do'a mau tapi mau diri ini jadi ikut berdo'a

ketak-ketik mengenai komunikasi sebetulnya saya lagi cari ide juga menyangkut lomba tulis komunikasi yang berhubungan dengan moneter. sekedar mengilmiahkan apa yang telah kita tahu sehingga cara berpikir kita lebih sistematis dan tidak beleberan kemana-mana...sekarang tidur dulu...it's already past midnight...selamat tahun baru hijriah...tahun baru, semangat baru...